Longsor Peot Lumpuhkan Akses Warga, DPRD Desak Pemkab Halbar Bertindak
HALBAR – Longsor yang terjadi di Desa Peot, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, sejak Mei 2026 hingga kini masih menghambat aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut mempersulit akses transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga perjalanan pelajar menuju sekolah.
Karena belum ada penanganan, warga bersama para sopir berinisiatif bergotong royong mengumpulkan dana untuk membeli karung dan mengisinya dengan tanah sebagai penimbunan darurat di titik longsor agar kendaraan masih bisa melintas.
Anggota DPRD Halmahera Barat Daerah Pemilihan (Dapil) II Sahu–Sahu Timur, Rinto Djalali, mengatakan masyarakat di Desa Dere, Todahe, Peot, Sasur, dan Goro-Goro berharap Bupati Halmahera Barat, James Uang, segera mengambil langkah untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak dan terdampak longsor.
“Kerusakan jalan ini sangat menghambat aktivitas warga, perjalanan anak-anak ke sekolah, pengangkutan hasil bumi, dan membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Rinto kepada media ini, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, hampir seluruh ruas jalan di lima desa tersebut mengalami kerusakan. Namun, kondisi terparah berada pada ruas jalan Desa Peot menuju Desa Sasur karena selain rusak juga terdampak longsor.
Rinto mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera melakukan penanganan permanen.
“Kami berharap Bupati melalui instansi teknis PUPR segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki dan menangani kerusakan jalan serta longsor demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir Sahu,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan