PT FHT Gelar Konsultasi Publik, Pemda Haltim Dukung Pengembangan Kawasan Industri Buli

Foto Direktur PT Feni Halmahera Timur, Tang Honghui saat memberikan sambutan (Dok/Yasim Mujair/kierahapost.com)

JAKARTA – PT Feni Halmahera Timur (FHT) menggelar konsultasi publik terkait rencana pengembangan Kawasan Industri Buli beserta fasilitas pendukungnya di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026), itu menjadi bagian dari penyusunan revisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sekaligus ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat terhadap proyek strategis tersebut.

Konsultasi publik dihadiri Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat sipil (LSM/NGO), serta para pemangku kepentingan lainnya.

Forum ini bertujuan menghimpun saran, pendapat, dan tanggapan masyarakat sebagai bahan penyempurnaan dokumen AMDAL sebelum pengembangan kawasan industri dilanjutkan.

Direktur PT Feni Halmahera Timur, Tang Honghui, mengatakan kehadirannya sebagai pimpinan baru perusahaan merupakan bentuk komitmen manajemen pusat dalam mempercepat sekaligus memastikan pengembangan proyek berjalan sesuai ketentuan.

‎”Saya dipercaya menggantikan Presiden Direktur sebelumnya untuk memimpin proyek ini. Kehadiran saya secara langsung menunjukkan perhatian dan komitmen penuh perusahaan terhadap pembangunan Kawasan Industri Buli,” ujar Tang.

Ia menjelaskan, saat ini proyek FHT telah memasuki tahap konstruksi secara menyeluruh. Pembangkit listrik (Power Plant) tahap pertama ditargetkan rampung pada 2027, sedangkan fasilitas pirometalurgi tahap pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada 2028. Pengembangan fasilitas pendukung lainnya akan dilakukan secara bertahap.

Menurut Tang, revisi AMDAL dilakukan untuk mengakomodasi penambahan teknologi dan sejumlah fasilitas baru yang lebih efisien serta ramah lingkungan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

“Perlindungan lingkungan dan keberlanjutan bersama masyarakat merupakan nilai utama perusahaan. Kami berharap seluruh pihak terus memberikan dukungan agar proyek ini dapat berkembang dan memberi manfaat bagi Halmahera Timur,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ir. Ricky Chairul Richfat, menegaskan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mendukung penuh investasi dan pembangunan kawasan industri PT FHT karena dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Foto Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ir. Ricky Chairul Richfat saat memberikan sambutan (Dok/Yasim Mujair/kierahapost.com)

Meski demikian, ia mengingatkan agar dukungan tersebut diikuti dengan tanggung jawab perusahaan dalam mengelola dampak sosial maupun lingkungan.

“Kami mendukung penuh pembangunan smelter PT FHT. Namun dukungan itu harus dibarengi dengan tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh dampak yang mungkin terjadi, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegas Ricky.

‎Ia menyebut pemerintah daerah memberikan sejumlah catatan penting, di antaranya terkait rencana perluasan kawasan industri yang perlu disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pengelolaan lingkungan, serta pemanfaatan sumber air baku yang akan digunakan untuk menunjang operasional kawasan industri.

‎”Kami sebagai pemerintah daerah juga meminta PT FHT menyampaikan laporan tertulis mengenai perkembangan pengelolaan kawasan sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada pemerintah maupun masyarakat,”tandasnya.

‎Sekedar di ketahui, sejumlah rencana pengembangan Kawasan Industri Buli, meliputi peningkatan kapasitas pabrik pengolahan bijih nikel dan material baterai, pembangunan fasilitas penimbunan tailing kering, pembangunan jaringan jalan dan utilitas, pembangkit listrik tenaga surya, instalasi pengolahan limbah, reklamasi pantai, pembangunan dermaga tambahan, hingga pembangunan fasilitas pengambilan dan pengolahan air.

Pengembangan kawasan industri tersebut akan memberikan dampak positif bagi Halmahera Timur, mulai dari meningkatnya peluang usaha, terbukanya lapangan kerja baru, bertambahnya pendapatan masyarakat dan daerah, penguatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga mendukung program hilirisasi nikel nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini