Sespimma Polri Angkatan 75 Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Sespimma Polri Angkatan 75 Perkuat Sinergi Lintas Sektor (Foto/istimewa)

BANDUNG – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung program prioritas nasional swasembada pangan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang digagas Kelompok Kerja (Pokjar) V ini berlangsung di Aula Soejoed, Kota Bandung, Senin (4/5/2026), dengan melibatkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Mengusung tema “Mewujudkan Sinergisitas Polri dengan Instansi Terkait guna Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif,” forum ini menjadi ruang strategis memperkuat koordinasi antarinstansi.

Fokus utama pembahasan diarahkan pada peningkatan produktivitas jagung sebagai komoditas strategis yang berperan penting dalam sektor pangan, pakan, hingga energi.

Perwakilan peserta Sespimma, Komisaris Besar Polisi Tommy, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional.

“Pengawasan distribusi pangan menjadi aspek vital. Ketika distribusi terganggu, dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga stabilitas sosial,” ujarnya.

Menurutnya, melalui diskusi yang dikemas dalam format Focus Group Discussion (FGD), terungkap pentingnya integrasi peran antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pangan.

Ia menilai Polri memiliki peran krusial dalam mengawasi rantai distribusi jagung agar tepat sasaran serta mencegah potensi distorsi pasar.

“Produksi bisa meningkat, tetapi tanpa distribusi yang terjaga, ketahanan pangan tetap rentan. Di sinilah sinergi dengan Polri menjadi penting,” tambahnya.

Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya penguatan kerja sama lintas sektor dalam integrasi rantai pasok serta dukungan pembiayaan. Akses permodalan dari perbankan maupun pelaku usaha lokal dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan produktivitas di tingkat petani.

Sebanyak 25 peserta didik Sespimma Polri mengikuti kegiatan ini yang berlangsung aman dan tertib.Melalui KKP tersebut, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dalam memperkuat kebijakan ketahanan pangan nasional.

Sejumlah peserta menilai, pendekatan kolaboratif seperti ini berpotensi menjadi model nasional dalam menghadapi berbagai tantangan ketahanan pangan, mulai dari fluktuasi harga hingga gangguan distribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini