Polisi Buruh Penyebar Flyer Hoaks Aksi di Halmahera Utara
SOFIFI – Kepolisian Daerah Maluku Utara mulai memburu pelaku penyebaran flyer hoaks yang mengatasnamakan Solidaritas Umat Kristen Halmahera Utara (Halut) dan sempat menghebohkan publik.
Flyer yang beredar di media sosial itu memuat seruan aksi pada Kamis (2/4/2026) di perempatan Kampung Baru Aspol, Halmahera Utara, lengkap dengan sejumlah tuntutan bernuansa sensitif. Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
Tim Intelkam Polda Maluku Utara yang dipimpin Plt Wadir Intelkam AKBP Sigit Adhi Prasetyo langsung turun ke Tobelo untuk melakukan klarifikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tokoh seperti anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Aksandrui Kitong, mantan anggota DPRD Abner Nones, serta pengurus GAMKI menegaskan tidak mengetahui asal-usul flyer tersebut dan tidak pernah menginisiasi aksi.
“Kami tidak tahu soal flyer itu, dan tidak ada gerakan aksi seperti yang beredar,” ujar salah satu tokoh.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, menegaskan pihaknya akan menindak tegas pelaku penyebaran informasi palsu tersebut.
“Kami sedang memburu pembuat dan penyebarnya. Ini jelas hoaks dan berpotensi memprovokasi masyarakat,” tegas Jenderal Polisi dua bintang itu, Kamis (2/4/2026).
Ia juga meluruskan isu yang berkembang terkait bentrokan di Desa Kira dan Duma. Menurutnya, peristiwa tersebut murni dipicu kenakalan remaja yang dipengaruhi minuman keras, bukan konflik berbasis SARA.
“Ini bukan konflik agama. Ini murni tindakan kriminal dan kenakalan remaja. Jangan digiring ke isu SARA,” ujarnya.
Kapolda mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, mengingat Maluku Utara memiliki pengalaman konflik sosial di masa lalu.
Sebagai bagian dari upaya kontra narasi, flyer tersebut kini telah diberi label HOAKS dan kembali disebarluaskan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh informasi menyesatkan.









Tinggalkan Balasan