Pemda Halbar Gencarkan Gerakan Cinta Damai, Bupati James Uang: Perbedaan Adalah Kekuatan Persatuan
HALBAR – Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat terus menggencarkan Gerakan Cinta Damai yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal sebagai upaya memperkuat toleransi, persatuan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan bertema “Toleransi Dalam Keberagaman, Harmoni Dalam Kebersamaan untuk Mempererat Persaudaraan” tersebut berlangsung di Lapangan Sasadu Lamo, Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Sabtu (11/4/2026).
Bupati Halmahera Barat, James Uang, dalam sambutannya menegaskan, keberagaman yang dimiliki masyarakat Halmahera Barat harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.
“Perbedaan adalah takdir Tuhan. Ia hadir bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk dipersatukan dalam harmoni,” ujar James di hadapan unsur Forkopimda, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat.
Menurutnya, Gerakan Cinta Damai bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan komitmen bersama untuk membangun kehidupan sosial yang damai, inklusif, dan saling menghargai di tengah kemajemukan.
Ia juga menekankan bahwa toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari, bukan hanya sebatas slogan.
“Toleransi adalah keberanian untuk menghormati yang berbeda tanpa kehilangan jati diri. Harmoni adalah kerja bersama untuk menempatkan kepentingan bersama di atas ego pribadi,” katanya.
Dalam momentum Halal Bihalal tersebut, James mengajak seluruh masyarakat untuk meninggalkan konflik, prasangka, dan luka sosial yang mungkin pernah terjadi, serta menjadikannya sebagai ruang rekonsiliasi.
“Hari ini kita memilih untuk memaafkan, memilih untuk melupakan, dan memilih kembali menjadi saudara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, pembangunan daerah hanya dapat berjalan optimal jika stabilitas sosial dan persatuan masyarakat tetap terjaga.
“Masa depan Halmahera Barat tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh seberapa kuat kita bersatu,” tegasnya.
Secara khusus, James juga berpesan kepada generasi muda agar menjadi pelopor perdamaian dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.
“Jadilah generasi yang membawa damai, bukan yang mudah terprovokasi. Jadilah generasi yang membangun, bukan yang meruntuhkan,” pesannya.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Halmahera Barat atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah apabila selama kepemimpinannya terdapat kebijakan maupun tindakan yang belum memenuhi harapan.
“Seluruh elemen masyarakat, mari bersama-sama menjaga perdamaian dan mempererat persaudaraan demi mewujudkan Halmahera Barat yang lebih maju, aman, dan harmonis,” tandasnya.















Tinggalkan Balasan