Sidak RSUD Jailolo, Bupati James Uang Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Meski Stok Obat Terbatas

Kierahapost.com Riski Samsudin
Bupati James Uang sidak di rumah sakit Jailolo (Foto/istimewa)

HALBAR – Bupati Halmahera Barat, James Uang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Jailolo guna memastikan ketersediaan obat serta kualitas pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik.

Dalam sidak tersebut, Bupati didampingi Ketua DPRD Halbar, Ibnu Saud Kadam, serta Wakil Ketua I DPRD Halbar, Rustam Fabanyo. Kegiatan ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat yang ramai beredar di media sosial terkait dugaan kekosongan obat dan pelayanan yang dinilai belum maksimal di rumah sakit tersebut.

Usai melakukan peninjauan langsung ke sejumlah ruang perawatan, James Uang menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan kondisi riil di lapangan, terutama terkait pelayanan yang diterima pasien.

“Kami turun langsung ke ruang-ruang pasien untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Sekaligus mendengar langsung keluhan dari pasien terkait pelayanan maupun ketersediaan obat,” ujarnya.

Dari hasil dialog dengan pasien, sebagian besar mengaku pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis sudah berjalan dengan baik.Bahkan, mayoritas pasien menyebut masih mendapatkan obat dari apotek rumah sakit.

“Rata-rata pasien menyampaikan pelayanan sudah baik. Untuk obat, sebagian besar masih dilayani melalui apotek RSUD, meskipun ada beberapa keterbatasan,” jelasnya.

Meski demikian, Bupati tidak menampik adanya kendala dalam ketersediaan obat. Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran yang tersedia, baik dari pemerintah daerah maupun dari pihak rumah sakit.

“Direktur RSUD juga mengakui ada kekurangan obat. Ini terjadi karena keterbatasan anggaran yang kita miliki saat ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya pemerintah daerah masih memiliki anggaran mandatori sekitar Rp 64 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan obat di RSUD Jailolo. Namun, pada tahun ini anggaran tersebut tidak lagi tersedia, sehingga berdampak pada ketersediaan obat.

“Ini menjadi tantangan bersama yang harus kita carikan solusi, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini