BMKG Turun Gunung ke Halbar, Irine dan Gubernur Sherly Pimpin Edukasi Cuaca, Gempa hingga Tsunami

Kierahapost.com Riski Samsudin
Foto Fahmi Bachdar (Dok/Diaz/kierahapost.com)

HALBAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menggelar Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan (SLCN) dan Sekolah Lapangan Gempa (SLG) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman cuaca ekstrem, gempa bumi, dan tsunami.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Bidadari, Kantor Bupati Halmahera Barat, Selasa (28/7/2026), akan menghadirkan Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan literasi kebencanaan di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Ketua Tim Pelaksana Sekolah Lapang Cuaca Nelayan BMKG Maluku Utara, Fahmi Bachdar, mengatakan pihaknya telah melakukan gladi persiapan di Kantor Bupati Halmahera Barat untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan maksimal.

Menurut Fahmi, program ini dirancang agar masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang tinggal di wilayah rawan gempa, memahami cara membaca informasi cuaca, angin, gelombang laut, hingga potensi gempa bumi dan tsunami yang dikeluarkan BMKG.

“Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan mampu memahami informasi meteorologi maupun geofisika sehingga dapat mengambil langkah yang tepat saat menghadapi potensi bencana,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

‎Ia menjelaskan, peserta SLCN berasal dari kalangan nelayan yang difasilitasi melalui penyuluh perikanan, sedangkan peserta SLG melibatkan masyarakat dari sejumlah desa yang berada di kawasan dengan tingkat kerawanan gempa cukup tinggi.

Fahmi menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah awal yang diharapkan menjadi program berkelanjutan setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat memiliki kemampuan memahami informasi kebencanaan secara mandiri.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya karena manfaatnya sangat besar bagi keselamatan masyarakat, terutama dalam memahami informasi cuaca dan potensi kegempaan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, BMKG menegaskan komitmennya memperkuat budaya sadar bencana di Maluku Utara, sekaligus memastikan informasi cuaca dan kebencanaan tidak hanya diketahui, tetapi juga dipahami dan diterapkan oleh masyarakat sebagai langkah nyata mengurangi risiko korban saat bencana terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini