Lahan Terbakar, Bangunan UPTD Pemprov Maluku Utara Hangus di Halbar
HALBAR – Kebakaran lahan di Desa Tosoa, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), merembet hingga menghanguskan satu unit bangunan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Minggu (13/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.40 WIT. Api yang membakar lahan dengan cepat merembet ke bangunan UPTD yang berada di bahu jalan.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Halbar langsung bergerak ke lokasi. Sebanyak delapan personel dikerahkan dengan satu unit mobil pemadam untuk menjinakkan kobaran api.
Kepala Bidang Damkar Halbar, Djurahman Selpia, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp45 juta.
“Setelah kami melakukan pengecekan secara menyeluruh di lokasi, tidak ada korban jiwa. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp 45 juta,” kata Djurahman.
Menurutnya, proses pemadaman berjalan tanpa kendala berarti. Posisi bangunan UPTD yang berada di bahu jalan juga memudahkan petugas menjangkau titik kebakaran.
Djurahman mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar.
“Kami berharap kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah dan ditangani dengan lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Ia menegaskan, pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Catatan Damkar Halbar menunjukkan kasus kebakaran sepanjang 2026 cukup tinggi. Sejak Januari hingga 14 September 2026 dini hari, Damkar Halbar telah menangani sebanyak 28 kejadian kebakaran.
Dari jumlah tersebut, enam kejadian merupakan kebakaran rumah warga, empat kejadian kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan 18 kejadian lainnya meliputi kebakaran lahan, hutan dan perkebunan.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Tingginya kejadian kebakaran tentu harus direspons dengan kesiapsiagaan yang lebih baik. Kami memastikan personel selalu siap dan setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti,” tegas Djurahman.
Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan hal-hal kecil yang dapat menjadi pemicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan