Bea Cukai Ternate Gagal, Puluhan Aksi Desak Pimpinan Dicopot

Puluhan massa yang tergabung dalam Kadera Institute menggelar aksi di depan kantor Bea Cukai Tipe Madya Ternate (Foto/istimewa)

TERNATE – Kegagalan Bea Cukai Tipe Madya Ternate dalam mengawasi praktik ekonomi ilegal di Maluku Utara, kembali dipersoalkan publik.

Puluhan massa yang tergabung dalam Kadera Institute menggelar aksi demonstrasi di Kota Ternate dan secara terbuka menuntut Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI mencopot Kepala Bea Cukai Ternate.

Dalam aksi tersebut, massa menilai Maluku Utara yang seharusnya menjadi wilayah strategis nasional justru berubah menjadi lahan basah penyelundupan akibat lemahnya pengawasan.

Karakteristik daerah kepulauan dengan banyak jalur laut terbuka dan pelabuhan kecil dinilai dibiarkan tanpa kontrol serius.

“Maluku Utara kaya sumber daya alam, tapi justru jadi surga barang ilegal. Ini bukan kebetulan, ini kegagalan pengawasan,” teriak salah satu orator Senin (2/2/2026).

‎Kadera Institute menyoroti maraknya peredaran rokok ilegal, distribusi BBM ilegal, hingga dugaan penyelundupan nikel dan mineral lainnya yang keluar-masuk melalui jalur tidak resmi atau jalur tikus. Kondisi tersebut dinilai sebagai bukti nyata mandulnya fungsi pengawasan kepabeanan dan cukai di wilayah Maluku Utara.

Massa menegaskan, jika tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, aksi lanjutan akan terus digelar. Mereka menekankan bahwa pemberantasan ekonomi ilegal di Maluku Utara tidak boleh berhenti pada retorika, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan tegas dan pencopotan pejabat yang gagal menjalankan tugas negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini