Gempa 7,6 SR Rusak 3 Fasilitas UPP Jailolo, Pelabuhan Bataka Terparah
HALBAR – Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada 2 April 2026 menyebabkan kerusakan pada tiga fasilitas milik Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat.
Tiga bangunan yang terdampak yakni Kantor UPP Kelas III Jailolo di Desa Gufasa, gudang tertutup permanen di Pelabuhan Jailolo, serta fasilitas Pelabuhan Bataka di Desa Bataka, Kecamatan Ibu Selatan.
Kepala UPP Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, mengatakan tim operasional langsung melakukan pemeriksaan usai gempa mereda dan menemukan sejumlah kerusakan fisik pada bangunan.
“Gedung kantor UPP yang dibangun tahun 2022 mengalami keretakan dinding dan kemiringan sekitar 10 cm yang diukur dari titik sloof ke ring balk,” ungkap Rosihan, Selasa (7/4/2026).
Selain itu, gudang permanen yang dibangun pada 1998 dengan luas 200 meter persegi juga mengalami retakan pada bagian dinding.
Kerusakan terparah terjadi di Pelabuhan Bataka. Sejumlah fasilitas di sisi laut dilaporkan mengalami kerusakan berat, termasuk causeway dan plat injak dermaga.
Tak hanya itu, struktur trestle segmen I dilaporkan mengalami penurunan, sementara dermaga segmen II turun sekitar 15 cm.
Rosihan menambahkan, pihaknya bersama BPBD Halmahera Barat telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pendataan lebih lanjut.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun kerusakan infrastruktur pelabuhan diperkirakan berdampak pada aktivitas transportasi laut di wilayah tersebut.





Tinggalkan Balasan