Pemda Halbar Tak Becus! Nelayan Saria Dihantam Ombak, Talud Tak Pernah Dibangun

Talud di Halbar (Foto/Iky kierahapost.com)

HALBAR – Ketidakseriusan pemerintah dalam menangani kebutuhan dasar warga pesisir kembali disorot.Warga Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, terpaksa hidup dalam ancaman gelombang tinggi akibat tak kunjung dibangunnya talud penahan ombak.

Setiap musim cuaca buruk, perahu nelayan dan rumah warga menjadi sasaran hantaman ombak. Abrasi pantai semakin parah, sementara pemerintah dinilai tutup mata terhadap kondisi yang sudah berulang kali terjadi.

Boel, warga pesisir Desa Saria, dengan tegas meluapkan kekecewaannya. Ia menyebut pemerintah daerah hingga pusat gagal memberikan perlindungan bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari laut.

“Ini bukan baru sekali. Sudah berulang kali ombak hancurkan perahu dan ancam rumah kami. Tapi pemerintah seperti tidak peduli. Kami minta segera bangun talud,” tegas Boel,Rabu (8/4/2026).

Ironisnya, Desa Saria dikenal sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di Halmahera Barat. Namun, kontribusi tersebut tidak sebanding dengan perhatian yang diberikan pemerintah.

“Torang ini penyumbang ikan besar, tapi bantuan hampir tidak ada. Fasilitas juga minim sekali. Seakan-akan kami ini tidak dianggap,” ujarnya kesal.

Boel juga mengungkapkan tahun lalu sejumlah perahu nelayan rusak parah akibat diterjang ombak. Bahkan, sebagian nelayan terpaksa mencari perlindungan dengan menambatkan perahu di desa tetangga.

“Kalau perahu rusak, kami mau hidup bagaimana? Mau sekolahkan anak pakai apa? Pemerintah harus bertanggung jawab,” katanya.

Warga kini mendesak langkah konkret, bukan sekadar janji. Mereka menuntut pembangunan talud segera direalisasikan sebelum korban dan kerugian kembali berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini