Disperindagkop Halbar Tambah 10.000 Liter Minyak Tanah untuk Nelayan Saria

Kierahapost.com Riski Samsudin
Zefanya Murary (Dok/istimewa)

HALBAR – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UMKM) menyiapkan tambahan kuota minyak tanah bersubsidi hingga 10.000 liter untuk memenuhi kebutuhan nelayan Desa Saria, Kecamatan Jailolo.

Langkah ini diambil setelah kuota sebelumnya dinilai belum mencukupi kebutuhan nelayan untuk melaut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop-UMKM Halmahera Barat, Zefanya Murary, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema penambahan pasokan minyak tanah dengan melibatkan sejumlah pemilik pangkalan.

“Penambahan kebutuhan nelayan Desa Saria sudah kami siapkan. Kami telah menyampaikan kepada beberapa pemilik pangkalan minyak tanah agar membuka stok khusus bagi nelayan,” ujar Zefanya kepada Kierahapost.com,Minggu (11/10/2026).

Menurut Zefanya, pemerintah akan melakukan uji coba penyaluran tambahan minyak tanah pada Oktober 2026. Sementara penyaluran secara lebih optimal ditargetkan mulai November mendatang.

Ia menjelaskan, sesuai arahan Bupati Halmahera Barat, James Uang, tambahan kuota yang didorong mencapai 10 kiloliter (KL) atau 10.000 liter.

“Untuk saat ini, kemungkinan baru bisa dijalankan tambahan 5 KL atau 5.000 liter. Sedangkan 10 KL akan efektif berjalan pada November mendatang,” jelasnya.

Zefanya menegaskan, upaya penambahan pasokan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan nelayan, terutama terkait ketersediaan bahan bakar yang menjadi penunjang utama aktivitas melaut.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan BBM tidak boleh hanya terpusat di Desa Saria, tetapi harus diupayakan secara merata bagi nelayan di seluruh wilayah Kabupaten Halmahera Barat.

“Kami terus berupaya mendorong pemenuhan kebutuhan BBM untuk nelayan. Bukan hanya nelayan di Desa Saria, tetapi seluruh nelayan di Kabupaten Halmahera Barat,” tegasnya.

Ia berharap penambahan kuota minyak tanah tersebut dapat membantu nelayan kembali melaut dengan lancar, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, menjaga ketersediaan ikan segar di pasar, serta mendukung pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan rencana penambahan pasokan ini, nelayan Desa Saria kini menantikan realisasi distribusi sesuai kuota yang dijanjikan pemerintah daerah.

Ketersediaan BBM yang memadai diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu menunjang keberlangsungan usaha perikanan dan pendapatan nelayan di Halmahera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini