Bom Ikan Resahkan Warga Halbar, Direktur Polairud Perintahkan Anggota Gerak Cepat ke TKP
SOFIFI – Dugaan aktivitas pengeboman ikan di perairan pesisir Desa Tataleka, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), kian meresahkan warga.
Menyikapi laporan tersebut, Direktur Polairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Azhari Djuanda, langsung memerintahkan Danmarnit Polairud Jailolo bersama anggota penegakan hukum (Gakkum) bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Warga setempat mengaku kerap mendengar suara ledakan dari arah laut pada pagi, siang hingga sore hari. Suara ledakan yang berulang tersebut menimbulkan keresahan sekaligus memunculkan dugaan adanya praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di wilayah perairan itu.
Menindaklanjuti informasi masyarakat, Kombes Pol. Azhari Djuanda menegaskan telah menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pengecekan langsung di lokasi.
“Danmarnit Polairud Jailolo sudah saya perintahkan ke Desa Tataleka. Saat ini kapal SBU 2004 bersama anggota Gakkum sedang persiapan menuju TKP,” tegas Azhari saat di konfirmasi Kierahapost.com, Sabtu (17/10/2026).
Perintah tersebut menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti keresahan masyarakat sekaligus memastikan kebenaran informasi mengenai dugaan pengeboman ikan yang terjadi di perairan Desa Tataleka.
Praktik pengeboman ikan merupakan ancaman serius bagi kelestarian ekosistem laut. Selain dapat menghancurkan terumbu karang, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan juga berpotensi membunuh berbagai biota laut dan mengganggu keseimbangan lingkungan perairan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh nelayan tradisional yang menggantungkan kehidupan pada hasil laut. Kerusakan ekosistem dapat mengancam ketersediaan ikan dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Karena itu, langkah cepat aparat Polairud diharapkan mampu mengungkap sumber suara ledakan, memastikan kondisi di lapangan, serta menindak pihak yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.






Tinggalkan Balasan