Bawaslu Halbar Gaspol Rekrut “Mata dan Telinga Demokrasi”, Targetkan Pemilu 2029 Bersih Tanpa Pelanggaran
HALBAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mulai tancap gas merekrut peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai langkah serius menekan potensi pelanggaran pemilu sekaligus memperkuat kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029.
Program ini mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, dengan menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam pengawasan proses demokrasi.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Helni Rosiana Amo menjelaskan, pelaksanaan P2P merujuk pada Surat Keputusan Bawaslu Nomor 73/PM.05/K1/04/2026 sebagai pedoman teknis bagi jajaran pengawas di daerah.
“Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, kami membangun pendekatan pendidikan yang lebih sistematis agar masyarakat memiliki pemahaman, kesadaran, serta keberanian untuk terlibat,” tegas Helni, Jumat (24_4/2026).
Ia menambahkan, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain meningkatkan literasi kepemiluan masyarakat, mendorong partisipasi aktif sejak dini, membangun jejaring pengawasan, serta mencegah pelanggaran melalui edukasi berkelanjutan.
“Ini bagian dari upaya menyiapkan masyarakat menuju Pemilu 2029 yang bermartabat, berintegritas, dan demokratis,” ujarnya.
Helni juga mengungkapkan, pelaksanaan P2P tahun sebelumnya masih dilakukan secara daring dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Sementara tahun 2026 ini, kuota peserta ditingkatkan menjadi 40 orang.
Program ini terbuka untuk umum, khususnya pemilih pemula, aktivis organisasi, maupun masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi.
“Siapapun yang merasa terpanggil menjadi mata dan telinga demokrasi, silakan bergabung,” ajaknya.
Pelatihan P2P dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2026 di kantor Bawaslu Halmahera Barat. Sementara pendaftaran peserta dibuka mulai 27 April.
Dengan langkah ini, Bawaslu Halbar menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengawasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif demi menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas di masa depan.






Tinggalkan Balasan