Massa LMND Kepung Kantor ANTAM Ternate, Desak Copot Manajemen hingga Usut Dugaan Kerugian Negara Rp 719 Miliar

Massa LMND Kepung Kantor ANTAM Ternate (Foto/istimewa)

TERNATE – Puluhan massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) wilayah Provinsi Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi dengan mengepung kantor cabang PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) di Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kamis (30/4/2026).

Aksi ini dipicu oleh dugaan temuan kerugian negara sebesar Rp 719 miliar berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang hingga kini disebut belum diselesaikan.

Koordinator aksi, Rifan Fadli, dalam orasinya menegaskan, kedatangan mereka untuk mendesak pertanggungjawaban atas sejumlah persoalan serius di sektor pertambangan di Maluku Utara.

‎“Kami datang untuk mempertegas adanya dugaan penyerobotan hutan lindung yang dilakukan oleh PT Sumber Daya Arindo dan PT Nusa Karya Arindo di Halmahera Timur,” tegasnya.

Selain itu, massa juga menyoroti proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) oleh PT Feni yang diduga menimbulkan kerugian negara. Mereka menyebut, berdasarkan temuan BPK, terdapat piutang ratusan miliar rupiah antara ANTAM dan PT PLN (Persero) yang belum diselesaikan.

“Kerugian negara Rp 719 miliar ini harus segera dituntaskan. Kami mendesak Direktur Pusat ANTAM segera mencopot seluruh jajaran manajemen, baik di Manado maupun di Halmahera Timur,” lanjut Rifan.

Tak hanya itu, massa juga meminta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk bertindak tegas terhadap PT Sumber Daya Arindo dan PT Nusa Karya Arindo apabila terbukti masih beroperasi di kawasan hutan lindung.

Mereka juga mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara segera memanggil dan memeriksa pimpinan kedua perusahaan tersebut terkait dugaan penyerobotan lahan berdasarkan temuan BPK.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa secara bergantian menyampaikan tuntutan di depan kantor ANTAM, sembari membawa spanduk dan poster bernada kecaman.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak ANTAM belum membuahkan hasil.Petugas keamanan (security) di lokasi menyarankan awak media untuk menghubungi perwakilan manajemen di Ternate. Namun, disebutkan, manajer terkait sedang berada di Buli, Halmahera Timur, sehingga belum dapat memberikan keterangan resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak ANTAM belum memberikan tanggapan atas tuntutan maupun tudingan yang disampaikan oleh massa aksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini