BWS Maluku Utara Tangani Kekeringan di Trans Waleh

Dok istimewa

HALTENG – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara bergerak cepat menangani kekeringan yang melanda lahan pertanian di kawasan Trans Waleh, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah.

Kekeringan tersebut mengancam tanaman padi milik warga yang saat ini berusia sekitar tiga minggu hingga dua bulan. Tanaman padi terancam gagal panen setelah tidak mendapatkan pasokan air selama lebih dari dua pekan.

Plt Kepala BWS Maluku Utara mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan cepat dengan membantu menyediakan sarana untuk mengalirkan air ke lahan pertanian warga.

“Lokasinya di Trans Waleh, Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah. Tanaman padi berumur tiga minggu sampai dua bulan terancam gagal panen karena tidak tersedianya sumber air lebih dari dua minggu,” ujar Plt Kepala BWS Maluku Utara, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, kekeringan tersebut berdampak terhadap sekitar 10 hektare lahan pertanian yang dikelola oleh 23 petani.

“Luas lahan yang terdampak sekitar 10 hektare dengan jumlah petani terdampak sebanyak 23 orang. Jarak dari sumber air ke lokasi lahan sekitar 600 meter,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, BWS Maluku Utara memberikan dukungan berupa bahan bakar serta selang atau pipa sepanjang 600 meter untuk membantu menyalurkan air dari sumber menuju lahan pertanian.

“Untuk layanan yang kami berikan berupa bahan bakar dan selang pipa sepanjang 600 meter,” jelasnya.

Penanganan tersebut dilakukan sebagai upaya cepat untuk menyelamatkan tanaman padi petani dari ancaman gagal panen akibat kekeringan.

“Kami berharap suplai air yang mulai diupayakan dapat membantu memenuhi kebutuhan tanaman sehingga petani di kawasan Trans Waleh tetap dapat mempertahankan produksi pertaniannya,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini