Ritual Sigofi Ngolo Buka Resmi Pekan Budaya Kota Rempah 2025 di Halmahera Barat
HALBAR – Ritual adat Sigofi Ngolo kembali memecah keheningan Teluk Jailolo, Senin (17/11/2025), sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian Pekan Budaya Kota Rempah (PKBR) 2025 di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Ratusan perahu nelayan yang dihiasi bendera merah putih dan ragam warna tampak membelah laut menuju Pulau Babua, pulau keramat yang memiliki makna penting bagi masyarakat adat Jailolo.
Rudi Kie Malaha Jiko, perwakilan Kesultanan Jailolo, menegaskan bahwa Sigofi Ngolo bukan hanya ritual membersihkan laut, tetapi juga simbol penyucian diri dari niat buruk.
“Sigofi Ngolo tidak sekadar membersihkan laut, tetapi juga membersihkan batin. Di sini kami memohon izin alam untuk melaksanakan setiap perayaan dengan hati yang tulus,” ujarnya.
Amatan Kierahapost.com, setiap perahu diberkati oleh tetua adat sebelum berangkat, lalu mengitari Pulau Babua sebanyak tujuh kali. Angka tujuh diyakini sakral dan menjadi lambang penyucian diri. Sepanjang prosesi, doa-doa adat dipanjatkan untuk mengenang leluhur yang gugur melawan penjajah serta memohon keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Jailolo.
Ritual ini juga menegaskan komitmen masyarakat adat terhadap kelestarian lingkungan. Bagi mereka, laut bukan hanya ruang tangkap, tetapi entitas hidup yang wajib dihormati.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI, Winarto, S.S., mengatakan bahwa Sigofi Ngolo sekaligus menjadi penanda dibukanya PKBR 2025.
“Ritual ini memperlihatkan bagaimana masyarakat menjaga tradisi sebagai akar identitas mereka,” tuturnya.
Rangkaian PKBR 2025 Dimulai 18 – 22 November
PKBR 2025 akan dibuka resmi pada Selasa malam, 18 November 2025, pukul 19.00 WIT di Area Festival Teluk Jailolo (FTJ) dengan Tarian Kolosal Tujuh Suku dan kehadiran Presiden Tidore sebagai tamu kehormatan.
Sejumlah kegiatan budaya juga mengisi agenda 18 – 22 November, di antaranya:
Penanaman pohon sagu di Kebun Rakyat Desa Lako Akelamo sebagai simbol ketahanan pangan dan pelestarian alam.
Ritual Tradisi Orom Sasadu di Rumah Adat Sasadu Desa Akelamo, yang menghadirkan tradisi makan bersama masyarakat Sahu.
Ekshibisi Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif di Area Festival Teluk Jailolo, menampilkan booth budaya, UMKM, wastra, kriya, kuliner, hingga cagar budaya.
Diskusi Kebudayaan 19 – 21 November membahas warisan budaya Halbar, wastra lokal, hingga penetapan WBTB dan cagar budaya.
Pemutaran film, musik tradisional, tarian, dan pertunjukan seni dari sanggar-sanggar budaya di Halmahera Barat.Pada 22 November pagi, pelajar SMA/sederajat akan diajak mengikuti Jelajah Cagar Budaya Benteng Saboega untuk memperkuat pemahaman sejarah generasi muda.
Puncak PKBR 2025
Penutupan akan berlangsung pada 22 November malam dengan Malam Apresiasi Budaya dan Pesta Rakyat di Teluk Jailolo. Acara akan dimeriahkan berbagai penampilan seni budaya, hiburan rakyat, serta Special Performance dari Ecko Show.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Kesultanan Jailolo, dan BPK Wilayah XXI mengajak seluruh masyarakat untuk turut memeriahkan dan mensukseskan PKBR 2025 sebagai ruang perayaan identitas, tradisi, dan keberagaman budaya.









Tinggalkan Balasan