Kapolres Halmahera Utara Himbau Warga Tidak Terprovokasi Oknum Anggota DPRD Malut

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu (Foto/istimewa)

HALUT – Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengimbau seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh dugaan pernyataan oknum anggota DPRD Provinsi Maluku Utara yang saat ini beredar luas di media sosial.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul viralnya tangkapan layar percakapan dalam grup WhatsApp yang menyeret nama salah satu legislator Maluku Utara, Aksandiri Kitong. Percakapan itu memicu polemik karena diduga mengandung unsur SARA dan pernyataan provokatif.

Dalam isi percakapan yang beredar, oknum anggota DPRD tersebut diduga melontarkan kalimat bernada keras, termasuk frasa “baku bunuh” yang dinilai berkonotasi ajakan kekerasan. Konten tersebut kemudian menyebar luas dan menimbulkan beragam reaksi di tengah masyarakat.

Kapolres menegaskan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi informasi yang belum tentu benar, serta mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut menyebarluaskan konten yang dapat memperkeruh situasi.

“Kami mengimbau masyarakat Halmahera Utara agar tidak mudah terprovokasi. Tetap tenang dan bijak dalam bermedia sosial. Jika ada informasi yang belum jelas kebenarannya, segera laporkan kepada pihak berwenang,” ujar Erlichson saat di konfirmasi, Senin (30/3/2026).

Mantan Kapolres Halmahera Barat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak terpancing oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya tiga tangkapan layar percakapan dari grup WhatsApp DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halmahera Utara telah tersebar luas di media sosial.

‎Selain dugaan muatan SARA, percakapan tersebut juga disebut mengandung pernyataan yang berpotensi menghina pejabat publik, sehingga memperkeruh suasana dan memicu perdebatan di ruang digital.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian memastikan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kebenaran informasi yang beredar, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil kesimpulan sepihak.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas daerah. Jangan sampai terpecah karena informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Hingga saat ini, situasi kamtibmas di Halmahera Utara terpantau aman dan kondusif, sementara aparat kepolisian terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi gangguan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini