RSUD Jailolo Kacau, DPRD Halbar Siapkan Pansus: Ketua DPRD Tegas, “Tak Bisa Lagi Dibiarkan!”
HALBAR – Kondisi pelayanan dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kini menjadi sorotan serius.
Ketua DPRD Halbar, Ibnu Saud Kadim, akhirnya angkat bicara terkait rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut berbagai persoalan di rumah sakit tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ibnu pada Rabu (8/4/2026), menyusul derasnya keluhan masyarakat yang menilai pelayanan RSUD Jailolo semakin memprihatinkan dan jauh dari standar pelayanan dasar kesehatan.
“Pembentukan Pansus ini sangat penting. Sudah terlalu banyak keluhan masyarakat yang kami terima dan rasakan langsung,” tegas Ibnu.
Ia menegaskan, persoalan di RSUD Jailolo tidak bisa lagi dianggap sepele. Jika terus dibiarkan tanpa langkah konkret, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin memburuk dan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Menurutnya, DPRD tidak hanya menerima laporan, tetapi juga telah melakukan pemantauan langsung di lapangan. Hasilnya, ditemukan sejumlah indikasi masalah serius, baik dari sisi pelayanan maupun tata kelola manajemen rumah sakit.
“Beberapa anggota DPRD sudah turun langsung melakukan pantauan. Jadi kita ingin telusuri akar masalahnya – apakah dari pola manajemen, sistem pelayanan, atau faktor lainnya,” ujarnya.
Ibnu menekankan, rumah sakit merupakan fasilitas vital yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, segala bentuk kelalaian atau buruknya pelayanan tidak bisa ditoleransi.
“RS itu sarana sosial yang sangat penting. Ini menyangkut nyawa manusia. Jadi tidak boleh dikelola secara asal-asalan,” tambahnya dengan nada tegas.
Terkait mekanisme pembentukan Pansus, Ibnu menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu usulan resmi dari fraksi-fraksi di DPRD. Jika syarat pembentukan telah terpenuhi, maka agenda tersebut akan segera dibawa ke rapat paripurna.
“Kalau usulan dari fraksi sudah lengkap, kita langsung jadwalkan untuk diparipurnakan,” pungkasnya.
Rencana pembentukan Pansus ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membongkar berbagai persoalan yang selama ini terkesan ditutup-tutupi, sekaligus menjadi tekanan kuat bagi pihak manajemen RSUD Jailolo untuk segera berbenah sebelum kepercayaan publik benar-benar runtuh.






Tinggalkan Balasan