Dua Pekerja PT Samator Terbakar, Polisi Selidiki Letupan di Area Pengisian Gas
HALBAR – Insiden kecelakaan kerja di kawasan industri pengisian gas PT Samator, Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Dua pekerja berinisial MA (29 tahun) dan SM (26 tahun) mengalami luka bakar serius setelah terjadi letupan di area kerja perusahaan pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian kepolisian karena terjadi di kawasan industri yang berkaitan dengan aktivitas pengisian gas dan memiliki risiko keselamatan kerja cukup tinggi.
Satreskrim Polres Halmahera Barat bersama Unit Reskrim Polsek Jailolo Selatan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap tempat kejadian perkara (TKP).
Olah TKP dilakukan pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIT. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Jailolo Selatan Ipda Agung Wira Nugraha bersama Kasat Reskrim Polres Halmahera Barat IPTU Prayudha Bima Wibawa.
Dalam proses tersebut, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan insiden letupan.
Kasat Reskrim Polres Halmahera Barat IPTU Prayudha Bima Wibawa membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Iya benar kita ada turun ke TKP terkait insiden kecelakaan kerja di kawasan industri pengisian gas PT Samator, Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan,” kata Prayudha saat dikonfirmasi kierahapost.com, Rabu (2/9/2026).
Polisi Dalami Penyebab Letupan
Hingga kini, penyebab pasti letupan belum dapat disimpulkan. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah kemungkinan yang diduga menjadi pemicu insiden.
Polisi juga menelusuri kondisi lokasi saat kejadian, termasuk kondisi instalasi dan peralatan yang digunakan, prosedur operasional, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah insiden merupakan kecelakaan kerja akibat gangguan teknis, kesalahan prosedur, atau terdapat faktor lain yang perlu dipertanggungjawabkan.
Barang bukti yang telah diamankan dari lokasi juga tengah diperiksa untuk membantu penyidik mengungkap titik awal terjadinya letupan dan rangkaian kejadian sebelum dua pekerja tersebut mengalami luka bakar.
Selain itu, polisi masih mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui maupun berada di sekitar lokasi ketika insiden terjadi.
Untuk sementara, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab letupan maupun pihak yang dianggap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Dua Pekerja Dirawat di Rumah Sakit
Akibat insiden itu, MA dan SM mengalami luka bakar di sekujur tubuh.
Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Sofifi sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Keluarga korban saat ini masih berada di rumah sakit untuk mendampingi proses perawatan.
Salah satu keluarga korban, Nur Amaliah, mengatakan pihak keluarga hingga kini belum mengetahui secara pasti bagaimana insiden tersebut terjadi.
Menurutnya, informasi mengenai kecelakaan pertama kali diterima keluarga melalui sambungan telepon.
“Kami juga belum tahu persis kejadiannya bagaimana, karena kami tidak berada di lokasi,” ungkap Nur Amaliah saat ditemui di rumah sakit.
Keluarga kemudian diminta segera datang ke rumah sakit setelah mengetahui kedua korban mengalami kecelakaan kerja.
Hingga kini, keluarga masih menunggu penjelasan lebih terang mengenai kronologi kejadian dan penyebab letupan yang mengakibatkan kedua pekerja mengalami luka bakar serius.
Polisi pun masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab sebenarnya dari insiden tersebut. Hasil pemeriksaan di TKP, barang bukti, serta keterangan para saksi nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan rangkaian dan penyebab kecelakaan kerja tersebut.






Tinggalkan Balasan