Cuaca Buruk Mengancam, Rustam Fabanyo Minta Nelayan Waspada

Kierahapost.com Riski Samsudin
Rustam Fabanyo (Dok/istimewa)

HALBAR – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Halmahera Barat, Rustam Fabanyo, mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan kondisi cuaca sebelum melaut.

Peringatan ini menyusul informasi dini cuaca dari BMKG yang menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat serta penurunan jarak pandang di wilayah Maluku Utara.

Rustam menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir. Ia meminta para nelayan memantau perkembangan cuaca dan kondisi laut sebelum memutuskan untuk mencari ikan, baik pada siang maupun malam hari.

“Para nelayan harus memantau perkembangan cuaca terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas mencari ikan di laut maupun melakukan perjalanan. Jangan memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegas Rustam.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Selasa (13/10/2026), sejumlah wilayah di Maluku Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut juga berpotensi disertai penurunan jarak pandang akibat cuaca buruk dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, situasi ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat membahayakan keselamatan nelayan saat berada di laut. Selain itu, jarak pandang yang terbatas juga berisiko mengganggu perjalanan masyarakat, terutama pengendara kendaraan bermotor dan warga yang melakukan perjalanan antardaerah.

“Jangan menganggap remeh perubahan cuaca. Nelayan harus memastikan kondisi laut aman sebelum berangkat. Keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan diri mencari ikan,” ujarnya.

Rustam juga membeberkan bahwa BMKG mencatat suhu udara di wilayah Maluku Utara berkisar antara 26 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 70–100 persen. Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–45 kilometer per jam.

Sementara itu, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,25 hingga 1,5 meter. BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang seiring bertambahnya kecepatan angin.

Rustam meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan perkiraan cuaca secara umum, tetapi juga terus mengikuti informasi terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan laut.

Ia turut mengingatkan warga agar menghindari daerah rawan genangan dan banjir saat hujan deras serta meningkatkan kehati-hatian ketika berkendara dalam kondisi jarak pandang terbatas.

“Ini menjadi perhatian serius, terutama bagi nelayan yang melaut pada siang maupun malam hari. Jika jarak pandang terbatas akibat kabut asap atau kondisi cuaca buruk, risiko keselamatan bisa meningkat. Karena itu, pantau informasi cuaca dan pastikan kondisi laut aman sebelum beraktivitas,” tutup mantan Ketua APDESI Halmahera Barat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini