Polisi Terus Dalami Dugaan Korupsi Dana Perjalanan Dinas Sekda Halmahera Barat
HALBAR – Polres Halmahera Barat melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) terus mengusut dugaan penyimpangan anggaran perjalanan dinas di lingkungan Inspektorat Kabupaten Halmahera Barat tahun 2021.
Perkara ini menjadi sorotan karena dugaan penyimpangan tersebut terjadi saat Julius Marau masih menjabat sebagai Kepala Inspektorat Halmahera Barat. Kini, Julius Marau menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat.
Kapolres Halmahera Barat AKBP Teguh Patriot menegaskan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah dokumen dan barang bukti yang telah dikumpulkan.
“Masih pendalaman pemeriksaan barang bukti, dokumen itu masih pemeriksaan,” kata Teguh saat di konfirmasi kierahapost.com, Senin (24/8/2026).
Dalam proses penyidikan, sejumlah saksi telah diperiksa. Julius Marau juga telah dimintai keterangan penyidik terkait pengelolaan anggaran perjalanan dinas ketika dirinya memimpin Inspektorat Halmahera Barat.
Dugaan penyimpangan mencuat setelah adanya informasi mengenai perbedaan antara besaran anggaran perjalanan dinas dengan dana yang diterima pegawai.
Anggaran yang seharusnya diterima disebut berkisar Rp 5 juta hingga Rp 7 juta dalam setiap kegiatan perjalanan dinas. Namun, realisasi yang diterima pegawai diduga hanya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.
Selisih tersebut kini menjadi bagian yang didalami penyidik. Polisi menelusuri bagaimana anggaran tersebut direalisasikan, siapa yang mengelola, ke mana aliran dana, serta bagaimana pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut.
Penyidik juga masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mencermati dokumen-dokumen keuangan untuk memastikan apakah terdapat penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara.
Meski kasus terus didalami, hingga kini Polres Halmahera Barat belum menetapkan tersangka.
Penetapan tersangka masih menunggu hasil penyidikan dan audit untuk memastikan adanya unsur pidana serta kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.
Polres Halmahera Barat memastikan proses hukum masih berjalan. Penyidik kini terus memburu bukti dan memperjelas alur pengelolaan anggaran perjalanan dinas Inspektorat Halbar tahun 2021.
Kasus ini masih dalam tahap penyidikan, sehingga pihak-pihak yang telah diperiksa belum dapat dinyatakan bersalah sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap.












Tinggalkan Balasan