Gubernur Maluku Utara Anggarkan Rp 7 Miliar untuk Percantik Ruang Kerja di Tengah Tekanan Fiskal
SOFIFI – Di tengah tekanan fiskal akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat,Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos kembali menjadi sorotan. Kali ini, sang gubernur menganggarkan dana fantastis sebesar Rp 7 miliar untuk mempercantik ruang kerjanya di kantor Gubernur Malut, Sofifi.
‎Berdasarkan data yang tercantum di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Provinsi Maluku Utara, proyek tersebut telah selesai ditenderkan dengan nama paket “Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kebutuhan KDH dan WKDH” dan tercatat dengan kode tender 10086536000.
‎Dalam dokumen LPSE yang diakses pada Minggu (19/10/2025), proyek tersebut menggunakan APBD Tahun Anggaran 2025 dengan pagu anggaran Rp 7.000.000.000 dan nilai HPS Rp 6.831.051.000.
‎Paket pengadaan ini berada di bawah tanggung jawab Biro Umum Setda Provinsi Maluku Utara. Rincian pekerjaan meliputi penyediaan berbagai peralatan dan perlengkapan kebutuhan Gubernur dan Wakil Gubernur, antara lain meja kerja, kursi, lemari arsip, sofa tamu, televisi, CCTV, pendingin ruangan (AC), kulkas, dispenser, microwave, tirai/gorden, karpet, hingga perlengkapan penunjang lainnya.
‎Dalam uraian teknis proyek, disebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan mendukung kelancaran tugas dan fungsi kepala daerah serta wakil kepala daerah melalui penyediaan sarana kerja yang “nyaman, aman, dan estetis”. Proyek mencakup pengadaan, pengiriman, pemasangan, serta penataan peralatan sesuai spesifikasi dan kebutuhan jabatan.
‎Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga diketahui menganggarkan Rp 8,8 miliar untuk rehabilitasi rumah dinas jabatan Gubernur, yang pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh Dinas PUPR Malut.
‎Dengan demikian, hanya pada tahun anggaran 2025 ini, total sekitar Rp 15,8 miliar APBD Maluku Utara digelontorkan untuk mempercantik ruang kerja dan rumah dinas Gubernur.







Tinggalkan Balasan