KM Holly Mary Dok, Keluhan Warga Loloda Tak Digubris KSOP Ternate
TERNATE – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate,Rushan Muhammad, memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait keluhan warga Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, yang hingga kini belum mendapatkan kapal pengganti Kapal Motor (KM) Holly Mary.
KM Holly Mary diketahui bakal naik dok di Bitung selama lebih dari dua bulan.Padahal kapal tersebut merupakan moda transportasi laut utama yang melayani rute vital Ternate–Dama–Daruba (Morotai).
Tidak beroperasinya kapal tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi hingga distribusi bahan kebutuhan pokok di wilayah kepulauan.
Upaya konfirmasi kepada Kepala KSOP Ternate telah dilakukan melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tidak memberikan respons.
Menanggapi kondisi tersebut, praktisi hukum Maluku Utara, Abdullah Ismail, menilai KSOP tidak boleh bersikap pasif atas terputusnya akses transportasi laut masyarakat.
“Keluhan warga terkait akses perhubungan yang terputus ini seharusnya menjadi tanggung jawab KSOP.KSOP harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, karena Maluku Utara adalah daerah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut,” ujar Abdullah saat di konfirmasi, Jumat (9/1/2026).
Ia menegaskan,jika KM Holly Mary belum dapat kembali beroperasi,maka harus ada langkah konkret berupa penyediaan kapal pengganti agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh.
“KSOP jangan tinggal diam. Kalau memang kapal belum bisa beroperasi,harus dicarikan solusi, misalnya mengganti dengan kapal lain untuk diperbantukan kepada masyarakat. Ini tanggung jawab KSOP,” tegasnya.
Abdullah juga mendesak KSOP Ternate segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya gubernur, agar persoalan tersebut tidak terus berlarut.
“Masyarakat pesisir dan pulau-pulau di Maluku Utara berhak mendapatkan akses transportasi yang layak. Keluhan ini tidak boleh diabaikan dan harus segera diberikan solusi,” pungkasnya.






Tinggalkan Balasan