BPBD dan PUPR Tinjau Kerusakan Pelabuhan Jailolo – Bataka Usai Gempa 7,6 SR

Kierahapost.com Riski Samsudin
BPBD dan PUPR Tinjau Kerusakan Pelabuhan Jailolo - Bataka Usai Gempa 7,6 SR (Foto/istimewa)

HALBAR – Dampak gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang Halmahera Barat pada Kamis, 2 April 2026, mulai terpetakan.

Sejumlah fasilitas pelabuhan di Jailolo dan Bataka dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Peninjauan lapangan telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Halmahera Barat, didampingi langsung oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim.

Kepala BPBD Halmahera Barat, Wawan Gunawan menjelaskan, hasil identifikasi menemukan empat fasilitas utama yang terdampak gempa.

“Bangunan Kantor UPP Kelas III Jailolo mengalami rusak sedang, gudang pelabuhan Jailolo rusak berat, Pelabuhan Bataka rusak berat, dan ruang tunggu Bataka mengalami rusak ringan,” jelas Wawan.

‎Ia menambahkan, gempa yang terjadi pada pukul 07.48 WIT tersebut berdampak signifikan terhadap infrastruktur vital, khususnya sektor transportasi laut.

‎Secara teknis, bangunan Kantor UPP Jailolo dilaporkan mengalami kemiringan sekitar 10 sentimeter, serta retakan cukup serius pada dinding lantai dua. Sementara itu, kerusakan berat terlihat pada gudang pelabuhan Jailolo yang mengalami gangguan struktur.

Di Pelabuhan Bataka, kerusakan meliputi penurunan trestle segmen I, penurunan dermaga segmen II, serta kerusakan pada plat injak dan bagian depan causeway.

Wawan menegaskan,fasilitas pelabuhan merupakan objek vital yang berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga membutuhkan penanganan cepat.

“Jika tidak segera diperbaiki, ini bisa mengganggu mobilitas barang dan orang, serta berdampak pada perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah penanganan untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas di pelabuhan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini