Siskamling Jaga Sula”, Gerakan Kolektif Bangun Keamanan Berbasis Kearifan Lokal

Buku jaga sula (Foto/istimewa)

SULA – Upaya menjaga keamanan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Sula kini mendapat dorongan baru melalui hadirnya buku berjudul “Siskamling Jaga Sula: Pilar Ketertiban dan Keamanan Masyarakat Kepulauan Sula.” Buku ini ditulis oleh Dr. Sahrul Takim, dosen dan peneliti di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula.

Kehadiran buku tersebut tidak hanya membahas sistem keamanan lingkungan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan kesadaran kolektif dalam menjaga kampung.

Dalam konteks wilayah Kepulauan Sula yang memiliki kondisi geografis luas dan terpencar, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama menciptakan situasi yang aman dan tertib.

Program Siskamling di daerah ini juga mendapat perhatian serius di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Kodrat Muh Hartanto. Pendekatan yang diterapkan dinilai lebih humanis dan partisipatif, serta berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal.

Sejumlah desa seperti Fagudu, Waibau, Ona, Fukweu, Keramat Titdoi hingga Falabisahaya menjadi contoh nyata keberhasilan penerapan sistem keamanan berbasis masyarakat. Di wilayah-wilayah tersebut, Siskamling tidak hanya berfungsi sebagai pengamanan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Dalam buku tersebut, Dr. Sahrul mengangkat data dan fakta kriminalitas terkini, disertai kisah nyata di lapangan. Ia menegaskan bahwa Siskamling bukan sekadar solusi keamanan, tetapi juga sarana membangun kepercayaan dan solidaritas sosial.

“Keamanan yang kuat selalu berawal dari rakyat. Siskamling bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk membangun Sula yang aman dan harmonis,” tulisnya.

Lebih dari sekadar ronda malam, Siskamling diposisikan sebagai gerakan moral yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. Warga diajak untuk memahami bahwa menjaga keamanan dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

Dengan hadirnya buku ini, diharapkan semangat “Jaga Sula” dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari identitas masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi sosial dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini