Oknum Anggota DPRD Tidore Diduga Jadi Mafia SIM Aspal, Korban Gagal Kerja di IWIP

Foto ilustarsi

TIDORE – Dugaan praktik percaloan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu menyeret nama seorang oknum anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan berinisial KA alias Kasman. Ia dituding terlibat dalam pengurusan SIM “aspal” (asli tapi palsu) merugikan puluhan hingga ratusan pencari kerja di Maluku Utara.

Kasus ini mencuat setelah seorang korban berinisial MA alias Masri gagal lolos rekrutmen kerja di kawasan industri IWIP akibat SIM B2 umum yang dimilikinya dinyatakan tidak sah oleh pihak perusahaan.

Masri mengaku, awalnya ia mengikuti pelatihan operator excavator di LPK Bina Ilmu milik Kasman di Kota Ternate selama tiga bulan.

Setelah menyelesaikan pelatihan dan mengantongi sertifikat, ia kemudian meminta bantuan Kasman untuk mengurus SIM B2 umum sebagai syarat melamar kerja di perusahaan tambang.

‎Namun nasib berkata lain. Saat berkas lamaran dimasukkan ke salah satu perusahaan di kawasan IWIP, SIM miliknya justru dinyatakan palsu oleh pihak HRD.

“Karena penasaran, saya dan teman coba scan barcode di SIM, tapi tidak terbaca. Saya lalu bawa ke anggota polisi dan disampaikan kalau SIM itu terindikasi palsu,” ungkap Masri,Selasa (24/4/2026).

Merasa dirugikan, Masri mencoba menghubungi Kasman melalui WhatsApp dan telepon. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Bahkan saat dihubungi melalui pihak keluarga, Kasman disebut tidak mau bertanggung jawab.

“Saya sudah coba hubungi, tapi tidak tersambung. Kaka saya yang hubungi pun, dia seperti lepas tangan. Katanya dia sudah urus banyak SIM dan tidak ada masalah,” tambahnya.

‎Masri menduga praktik ini tidak hanya menimpa dirinya. Ia menyebut ada indikasi ratusan orang lain di Maluku Utara yang juga memegang SIM B2 palsu dari jalur yang sama.

Atas kejadian ini, Masri berencana melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian agar dugaan jaringan calo SIM palsu bisa diusut tuntas dan tidak menelan korban lebih banyak lagi.

“Saya akan laporkan ke polisi supaya ini dibongkar. Jangan sampai makin banyak korban,” tegasnya.

‎Hingga berita ini dipublikasikan, oknum anggota DPRD belum memberikan keterangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini