Satgas Sampah Ternate Kecelakaan, Armada “Rongsokan” dan Nasib Pekerja Jadi Sorotan
TERNATE – Kecelakaan menimpa seorang petugas satgas pengangkut sampah roda tiga Viar di Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 18.35 WIT.
Korban diketahui bernama Marwan Dobi, petugas pengangkut sampah yang sehari-hari bertugas menggunakan armada roda tiga milik pemerintah kelurahan.
Insiden terjadi saat korban sedang menjalankan aktivitas pengangkutan sampah di ruas jalan Maliaro.
Peristiwa tersebut langsung memicu sorotan tajam terhadap kondisi armada pengangkut sampah di Kota Ternate yang dinilai sudah tidak layak beroperasi namun masih terus digunakan oleh para pekerja lapangan.
Sejumlah warga dan rekan kerja korban menyebut, banyak kendaraan roda tiga pengangkut sampah yang kondisinya memprihatinkan, mulai dari rem rusak, mesin bermasalah hingga bodi kendaraan yang sudah lapuk. Namun armada-armada itu tetap dipaksakan beroperasi setiap hari.
“Kami tiap hari kerja pakai kendaraan yang sudah rusak-rusak. Kalau begini terus, nyawa petugas jadi taruhan,” ungkap salah satu rekan korban.
Selain kondisi kendaraan, perhatian juga tertuju pada minimnya jaminan perlindungan bagi para petugas kebersihan. Hingga saat ini, sejumlah satgas kebersihan disebut belum mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan dari Pemerintah Kota Ternate.
Padahal para pekerja lapangan memiliki risiko kerja tinggi karena setiap hari harus berhadapan dengan kendaraan operasional, lalu lintas jalan raya hingga pekerjaan berat dalam kondisi cuaca ekstrem.
Insiden yang dialami Marwan Dobi kini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Ternate, terutama terkait keselamatan kerja petugas kebersihan yang selama ini dianggap kurang mendapat perhatian serius.
Warga mendesak Pemkot segera melakukan evaluasi total terhadap seluruh armada pengangkut sampah roda tiga yang sudah tidak layak pakai serta memastikan seluruh petugas kebersihan mendapatkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah bergerak,” tegas warga Maliaro.









Tinggalkan Balasan