Polisi Tangkap 4 Pelaku Pencurian BBM Pertamina di Jambulah
TERNATE – Polsek Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, mengungkap kasus dugaan pencurian bahan bakar minyak (BBM) yang menyeret empat pekerja di lingkungan Pertamina.
Keempatnya diduga mengambil minyak sisa dari saluran pompa dengan jumlah berdasarkan pengakuan mencapai 400 hingga 500 liter, kemudian menjualnya ke sejumlah kios.
Kapolsek Pulau Ternate, Iptu Lukman Umasugi mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihak Pertamina mencurigai gerak-gerik salah satu pekerja pada Juli lalu. Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.
“Menurut pelapor, kejadian itu sekitar bulan Juli. Awalnya mereka curiga dengan gerak-gerik seseorang. Besoknya, mereka mengecek CCTV dan mengenali salah satu pelaku dari ciri-cirinya, karena menggunakan sepatu karyawan untuk area Pertamina,” ungkap Lukman, Rabu (14/10/2026).
Setelah identitas pekerja yang dicurigai diketahui, pihak Pertamina memanggil dan menginterogasi yang bersangkutan. Dari pemeriksaan itu, pekerja tersebut mengakui perbuatannya dan menyebut ada empat orang yang terlibat dalam pengambilan minyak.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa keempat orang tersebut. Menurut Lukman, mereka bersikap kooperatif dan mengakui keterlibatan dalam perkara itu.
“Jadi, kami panggil empat orang itu. Mereka kooperatif dan mengakui bahwa yang melakukan itu adalah mereka berempat,” tegasnya.
Keempat orang yang disebut dalam penanganan perkara tersebut masing-masing berinisial R alias Rafael, A alias Arisandi, RS alias Riskam Suhaidir, dan M alias Mardani.
Lukman menjelaskan, dua orang merupakan pekerja di bawah naungan BUMN, sedangkan dua lainnya bekerja melalui perusahaan subkontraktor.
Dua pekerja subkontraktor itu adalah A alias Arisandi dan RS alias Riskam Suhaidir.
Berdasarkan keterangan Kapolsek, minyak yang diduga diambil tersebut kemudian dijual ke sejumlah kios.
“Jadi, minyak itu mereka ambil dan jual di kios-kios,” kata Lukman.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyebut jumlah minyak yang diduga diambil berdasarkan pengakuan para pekerja mencapai sekitar 400 hingga 500 liter. Namun, volume pasti BBM yang hilang dan nilai kerugian Pertamina belum dapat dihitung.
Pasalnya, minyak tersebut diduga diambil bukan langsung dari tangki penyimpanan, melainkan dari sisa BBM pada saluran atau keran pompa.
“Jumlah yang pasti berdasarkan pengakuan pelaku kurang lebih 400 atau 500 liter. Tetapi dari pihak Pertamina juga tidak bisa memprediksi jumlah total kerugiannya,” jelas Lukman.
Pihak kepolisian telah meminta klarifikasi kepada Pertamina untuk memastikan jumlah BBM yang diduga diambil. Namun, perusahaan tersebut belum dapat memberikan angka pasti terkait volume minyak maupun kerugian yang ditimbulkan.
BERKAS PERKARA P-19, POLISI SIAP LENGKAPI
Lukman mengungkapkan, berkas perkara tersebut sebelumnya telah diserahkan pada tahap pertama kepada jaksa. Namun, berkas dikembalikan dengan petunjuk P-19 sehingga penyidik harus melengkapi sejumlah kekurangan, terutama mengenai kepastian jumlah BBM yang diduga diambil.
“Berkas kami sudah tahap satu, kemudian ada P-19. Kami tanyakan kembali terkait jumlah pastinya, tetapi dari Pertamina menyampaikan mereka tidak bisa memprediksi jumlah pasti. Insyaallah, berkas akan kami lengkapi dan kirim kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, laporan perkara ini disampaikan langsung oleh perwakilan Pertamina. Sementara itu, terkait kemungkinan adanya arahan dari atasan kepada pelapor, Lukman menyatakan pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.
Kini, penyidik berupaya melengkapi berkas perkara agar proses hukum dapat berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Dugaan pencurian BBM ini menjadi sorotan karena melibatkan empat pekerja dan jumlah minyak yang disebut mencapai ratusan liter, sementara nilai kerugian perusahaan masih belum diketahui secara pasti.







Tinggalkan Balasan