Desa Saria Disiapkan Jadi Lokasi PPM Mahasiswa Unkhair Akhir 2026
HALBAR – Desa Saria, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), disiapkan menjadi lokasi pelaksanaan Pekan Pengabdian Mahasiswa (PPM) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (HIMA PG PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Khairun (Unkhair), pada akhir 2026.
Rencana kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Karang Taruna Soa Romdidi Desa Saria. Organisasi kepemudaan ini menyatakan kesiapan untuk menyambut dan mengawal agenda pengabdian mahasiswa agar dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Bidang Olahraga Karang Taruna Soa Romdidi Desa Saria, Rido Rustam, yang akrab disapa Mat, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Karang Taruna dan sejumlah pengurus terkait rencana pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Mat, informasi mengenai rencana PPM itu juga telah diketahui oleh Kepala Desa Saria. Dengan demikian, rencana kedatangan mahasiswa tersebut telah mendapat perhatian dari pihak pemerintah desa.
“Terkait informasi ini, saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Karang Taruna. Ketua juga telah menyampaikan bahwa informasi rencana PPM ini sudah sampai ke telinga Kepala Desa Saria. Jadi, ini bukan wacana sepihak. Pemerintah desa sudah mengetahui dan merespons positif,” ujar Mat.
Ia mengapresiasi pihak Program Studi PG PAUD dan Ketua Umum HIMA PG PAUD FKIP Unkhair yang telah memilih Desa Saria sebagai salah satu lokasi rencana kegiatan pengabdian mahasiswa.
Bagi Mat, kepercayaan tersebut menjadi kehormatan bagi masyarakat Desa Saria, terlebih desa itu merupakan salah satu desa binaan Unkhair yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi Kaprodi dan terkhusus Ketua Umum HIMA PG PAUD yang telah menjatuhkan pilihan kepada Desa Saria. Ini adalah kehormatan bagi kami. Pilihan yang sangat tepat,” katanya.
Dorong Program yang Menyentuh Potensi Lokal
Selain HIMA PG PAUD, Mat menyebut terdapat rencana dari jurusan Bahasa Inggris untuk melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Saria. Apabila kedua kegiatan tersebut berlangsung pada waktu yang bersamaan, pihaknya berharap pengaturan jadwal dan pelaksanaan program dapat dilakukan dengan baik.
Menurutnya, keterbatasan dalam menerima kegiatan secara bersamaan perlu menjadi pertimbangan agar program yang dilaksanakan benar-benar terarah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia juga mendorong mahasiswa agar merancang program yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama berada di desa, tetapi mampu menjawab kebutuhan warga dan memanfaatkan potensi lokal.
Sebagai desa pesisir yang dikenal dengan potensi perikanannya, Desa Saria memiliki peluang untuk menjadi ruang pengabdian sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa. Potensi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun program yang relevan dengan kehidupan masyarakat setempat.
Mat berharap mahasiswa yang nantinya datang ke Desa Saria mampu menghadirkan ide-ide kreatif, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga kegiatan pengabdian tidak berhenti pada seremoni, tetapi meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah program berakhir.
Ia menegaskan bahwa Karang Taruna Soa Romdidi siap mendukung rencana kegiatan tersebut melalui koordinasi dan keterlibatan pemuda desa.
“Pintu Saria terbuka 24 jam untuk adik-adik mahasiswa. Datanglah dengan gagasan. Pulanglah dengan meninggalkan perubahan,” tutupnya.
Rencana pelaksanaan PPM pada akhir 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa Unkhair, pemuda, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan potensi Desa Saria.







Tinggalkan Balasan