Gesekan TNI-Polri di Morotai Berakhir Damai, Danyonif 822 Tegaskan Soliditas Tetap Terjaga

Foto Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan Infanteri (Yonif) 822/Satria Magawe Pulau Moroati Letkol Inf Raju Pacilasera bersama prajurit (Dok/istimewa)

MOROTAI – Gesekan yang melibatkan oknum prajurit TNI AD Yonif 822/Satria Magawe dengan oknum anggota Polres Pulau Morotai pada Minggu (9/8/2026) dini hari dipastikan telah berakhir damai.

Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan Infanteri (Yonif) 822/Satria Magawe, Letkol Inf Raju Pacilasera, menyebut insiden tersebut terjadi akibat kesalahpahaman komunikasi di tingkat personel lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Raju dalam siaran pers di Markas Komando Yonif 822/Satria Magawe, Senin (10/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Pasi Intel Kapten Inf Boy Rifa Octo Chandra, Pasi Ops Letda Inf Isro Kilian, Pasi Pers Letda Inf Faizal Rahman Halada, Pasi Log Lettu Czi Muhammad Arthur Ranamanggala Kurniawan, serta Papen Letda Czi Dewa Ramadhan Astama Putra.

Menurut Raju, persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai, tuntas, dan kekeluargaan antara pihak Yonif 822/Satria Magawe dan Polres Pulau Morotai.

“Jadi, situasi di lokasi kejadian saat ini sepenuhnya aman, kondusif, dan aktivitas masyarakat berjalan normal,” ujar Raju.

Meski persoalan telah diselesaikan, pihak Yonif 822/Satria Magawe tetap melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup pembinaan personel, internalisasi aturan disiplin, serta penguatan komitmen terhadap penegakan hukum dan disiplin militer.

Raju menegaskan, penyelesaian secara kekeluargaan tidak berarti mengabaikan proses pemeriksaan apabila ditemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit.

“Apabila dari hasil pemeriksaan terbukti ada oknum prajurit yang melakukan pelanggaran prosedur maupun tindakan di luar ketentuan hukum prajurit TNI AD, maka akan diproses dan ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum militer yang berlaku,” tegasnya.

‎Atas kegaduhan yang terjadi saat insiden, Letkol Inf Raju Pacilasera secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Pulau Morotai, khususnya warga Desa Yayasan dan sekitarnya.

‎Ia mengakui kejadian tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

‎“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan warga akibat kegaduhan yang terjadi. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi besar bagi pembinaan satuan kami agar hal serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,” katanya.

Raju menegaskan, insiden tersebut tidak boleh mengganggu hubungan baik dan sinergitas antara TNI dan Polri yang selama ini terjalin di Kabupaten Pulau Morotai.

Menurutnya, TNI AD dan Polri memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Persaudaraan, sinergitas, dan soliditas antara TNI, khususnya TNI AD dan Polri di wilayah Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, tetap berdiri kokoh,” ujarnya.

‎Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Terlebih, Pulau Morotai merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang membutuhkan kondisi keamanan dan stabilitas yang tetap terjaga.

Danyonif 822/Satria Magawe turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang beredar melalui media sosial.

Ia meminta masyarakat menyerahkan penanganan persoalan kepada institusi terkait dan tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu spekulatif maupun potongan narasi liar yang beredar di media sosial,” katanya.

Raju memastikan hubungan TNI dan Polri di Morotai tetap berjalan baik dan kedua institusi tetap bersinergi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah.

“TNI dan Polri di Morotai dipastikan tetap satu barisan dalam mengawal ketertiban, keamanan, serta keselamatan masyarakat,” tandasnya.

Dengan telah diselesaikannya persoalan tersebut, situasi keamanan di Kabupaten Pulau Morotai dipastikan kembali kondusif. Kedua institusi juga berkomitmen menjaga komunikasi dan koordinasi agar kesalahpahaman serupa tidak kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini