Audit Eksternal Rampung, NHM Pertahankan Sertifikasi ISO Lingkungan dan K3
HALUT – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali mempertahankan sertifikasi sistem manajemen lingkungan dan keselamatan serta kesehatan kerja setelah menjalani Audit Surveillance 2 terhadap penerapan ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018 di Tambang Emas Gosowong.
Audit berkala tersebut berlangsung selama tiga hari, pada 25–27 Agustus 2026, dan dilakukan oleh auditor eksternal dari TSI Sertifikasi Internasional, yakni Yayuk Sri Rejeki dan Ir. Kristiawan Hartanto.
Proses audit dilakukan melalui kunjungan langsung ke sejumlah area kerja di Tambang Emas Gosowong. Selain melakukan pemeriksaan lapangan, auditor juga mewawancarai para penanggung jawab dari berbagai departemen di lingkungan NHM.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan berkala badan sertifikasi untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2015 serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3L) ISO 45001:2018 tetap berjalan sesuai persyaratan standar yang ditetapkan.
Manajer HSE NHM, Widi Wijaya, menjelaskan bahwa setelah sertifikasi awal, terdapat dua tahapan Audit Surveillance dalam satu siklus sertifikasi. Audit Surveillance 2 merupakan tahapan kedua sebelum perusahaan memasuki proses resertifikasi yang direncanakan pada 2027.
“Melalui Audit Surveillance 2, perusahaan dapat mengetahui apakah sistem yang telah diterapkan masih sesuai dengan standar ISO. Hasil audit ini juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat hal-hal yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan sebelum memasuki tahapan resertifikasi,” ujar Widi.
Menurutnya, audit tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban sertifikasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk memastikan sistem manajemen yang diterapkan perusahaan tetap relevan dan efektif dalam mendukung peningkatan kinerja lingkungan maupun keselamatan dan kesehatan kerja.
Dari hasil audit yang dilakukan, NHM dinyatakan memenuhi persyaratan ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018. Dengan demikian, sertifikasi kedua standar tersebut dapat dipertahankan.
Auditor TSI Sertifikasi Internasional, Yayuk Sri Rejeki, menyampaikan bahwa hasil Audit Surveillance 2 menunjukkan sistem manajemen yang diterapkan NHM telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam standar ISO.
“Berdasarkan hasil Audit Surveillance 2 yang telah dilaksanakan, NHM dinyatakan memenuhi persyaratan ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018, sehingga sertifikasi kedua standar tersebut dapat dipertahankan. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem manajemen yang diterapkan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam standar ISO,” ujar Yayuk.
NHM menyatakan penerapan ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018 tidak semata-mata diarahkan untuk mempertahankan status sertifikasi. Kedua standar tersebut diupayakan menjadi bagian dari sistem kerja perusahaan yang mendorong evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, perusahaan terus melakukan peningkatan standar pengelolaan lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja melalui penerapan sistem yang terukur, evaluasi berkala, dan kepatuhan terhadap ketentuan serta peraturan yang berlaku.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen NHM dalam menjalankan kegiatan operasional yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat kinerja perusahaan di bidang lingkungan, keselamatan, kesehatan kerja, dan keberlanjutan sesuai dengan Kaidah Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice/GMP).





Tinggalkan Balasan